2 Sister Love Stories – part 3

Standar

Title  : 2 Sister Love Stories

Main Cast :

> Cho Yong In

>  Cho Ha Mun

> Kim Kibum

> Kim Jonghyun

Other Cast : You’ll find  at the story

Genre : Romance, family

Rating : PG 13+

Length : Chaptered

Disclaimer : My own just the plot.


“JINKI!!” Seruku dan Key bersamaan. Sontak Key langsung melepas pelukannya dan aku langsung duduk seperti sediakala.

Jinki sedikit tersenyum dan berjalan ke arah kami. Mau apa dia?

“Mian, aku tak mengetok dulu. Heem .. Ngomong-ngomong, Key-sshi boleh aku pinjam Ha Mun sebentar?” tanya Jinki sangat sopan

“Dia? Bawa saja sana.. Ia hanya mengganggu tidur pagiku saja disini~” ia mendorongku ke arah Jinki. Ku mendelik tajam ke arahnya. Sedangkan ia memeletkan lidahnya kepadaku.

Haissh~ dasar namja aneh!! Baru sepersekian detik yg lalu ia bersifat lembut padaku, tapi kenapa tiba-tiba kembali berubah menyebalkan seperti ini lagi!?? Grrr~

“Gamsahanida Key-sshi..” ujar Jinki agak dingin tapi tetap tersenyum

Key membalasnya dengan senyuman sinis

“Ha Mun, kkaja..” Jinki menarikku keluar dari ruangan itu. Ku tak tahu aku mau dibawa kemana olehnya.

Key POV

“HAIISH!! Kenapa namja itu datang kesini sih!? Seenaknya saja membawa Ha Mun, padahal kan aku masih ingin menghiburnya! Dasar namja sok baik! Pasti dia tuh yg udah buat Ha Mun nangis kayak gitu. Arrghh~ Ha Mun aku masih ingin memelukmu seperti tadi! >.<” ku memukul-memukul meja yg ada didepanku, kesal. Dan anehnya tidak ada rasa sakit sama sekali yg kurasakan.

“Babo, Salahku juga tidak menahannya saja tadi! Malah menyuruhnya pergi dengan Jinki! Aissh~ Babo, babo, babo!!” rutukku pada diriku sendiri

aissh~ Ha Mun.. Ha Mun..

Ha Mun POV

Jinki terus menarik tanganku tanpa arah.Karena agak risih diperlakukan seperti itu, akhirnya aku langsung melepaskan genggaman tangannya.

“Apa maumu huh!?” tanyaku kesal

“Apa Mauku? Yg kutanya apa maumu!? Kenapa kau berpelukan dengan Key seperti tadi, huh!?” bentaknya kasar. Ku membelakkan mataku, kaget. Aku sangat terkejut dgn sikapnya tadi. Sungguh, aku baru pertama kalinya melihatnya marah seperti ini. Terlebih-terlebih padaku.

“Wae!? Memangnya aku tak boleh dekat dengan namja lain, huh!?” balasku

“Aku tidak suka! Jadi jangan lakukan seperti itu lagi!” Ujarnya seraya memukul dinding yg ada disampingnya sangat keras. Aku tahu dia sangat marah. Tapi untuk apa lagi ia seperti itu, aku dan dia sudah tak ada hubungan apa-apa lagi.

“Kenapa kau melarangku? Aku tak perduli kau suka atau tidak. Aku sudah bukan yeojachingumu lagi, Jinki. Lebih baik kau urus saja JiHyun!” ucapku sambil menahan bulir-bulir airmata yg sudah ada di pelupuk mataku ini.

Ia kelihatan mengambil nafasnya berat.

“Geurae, kalau memang itu maumu..” katanya seraya meninggalkanku.

Ku menatap punggungnya yg semakin jauh, semakin tak terlihat. Perlahan ku menyandarkan tubuhku di dinding yg ada disampingku. Menyembunyikan wajahku dgn kedua tanganku ini, dan melanjutkan kembali acaraku yg sempat terhenti tadi. Menangis.. Dan menangis..Menangis untuk orang yang masih sangat kucintai, Lee Jinki.

Cho Yong In POV

Huuh !! Membosankan !! Setelah perkelahian tadi pagi , ku jadi malas untuk ngapa-ngapain. Ditambah lagi dengan pelajaran yg sedang berlangsung ini, FISIKA!!

Udah gurunya kecil, suaranya kecil, ditambah lagi pelajarannya yg ngebetein abiis!!

Mau ngajak orang sms-an, jawabannya ya kalo bukan sibuk, pasti gag ada pulsa. Huh~ dasar! Iritan banget sih jadi orang!

Karena sudah tak tahan dengan kebosanan ini, akhirnya ku pura2 minta izin ke toilet pada guru. Padahal aslinya mau ke kantin tuh~ XDXD

Ku membeli beberapa snack dan minuman botol di kantin. Setelah itu ku berjalan kembali ke kelas. Tetapi saat melewati lapangan basket, terlihat anak-anak kelas 3 yg sedang beristirahat sehabis bermain basket. Ada Key oppa, dan disebelah Key oppa ternyata ada..JONGYUN SUNBAE!! ><

Ku bergegas lari menghampiri mereka.Saking ngebetnya, ku hampir saja jatuh karena menginjang tali sepatuku sendiri. Yeoja-yeoja yg tengah duduk-duduk disana, sempat menertawakanku. Tapi ku tak menghiraukannya.

“Key oppa, Jonghyun sunbae!!” pekikku

“Yong In~ ayo kemari..” Key oppa melambaikan tangannya padaku. Sedangkan Jonghyun sunbae nampak tersenyum padaku.

“Oppa, sunbae, kalian barusan aja habis main ya?” tanyaku

“Ye~ waah! Minuman itu untuk oppa ya? Tahu aja oppa lagi haus. Gomawo ya~” Key oppa mengambil minuman yg ada di tanganku. Tapi saat ujung botol tinggal 3 cm lagi dari bibirnya, ku menariknya kembali.

“Enak aja~ ini bukan buat oppa kali. Ini buat.. Jonghyun sunbae~” ku memberikan minuman itu ke Jonghyun sunbae sambil menampakkan wajah termanisku.

“waah~ gomawo ya..Kasian banget sih si Key..” ia memeletkan lidahnya pada Key oppa. Key oppa cuma manyun monyong 3 cm.

“Cheonmaneo oppa~” kataku

“Okeh.. Btw, can you call me oppa too?” tanya Jonghyun oppa

“Ne? OF COURSE, OPPA!!” pekikku gembira

Jonghyun oppa mengacak rambutku pelan. Ku hanya bisa tersenyum sambil menunduk malu.

“YA! CHO YONG IN!!” tiba-tiba ada yg menyerukan namaku dari gedung lantai dua, tempat kelasku berada. Sang Sun?

“WAE??” teriakku

“CEPAT MASUK! KITA AKAN ULANGAN SEBENTAR LAGI!”

“ULANGAN?? SETAHUKU TAK ADA ULANGAN HARI INI~”

“UDAH, GAK USAH BAWEL. MASUK AJA~” katanya dan menutup kembali jendela kelas

Akhirnya dengan sangat terpaksa ku melangkahkan kakiku ke kelas. Tetapi sebelumnya, ku sudah pamitan duluan ama Key dan Jonghyun.. oppa.

Sesampainya di kelas. Ternyata Kim songsaenim sudah tak ada lagi. Aissh~ Sang Hun, pasti dia berbohong!

“Ya, Han Sang Sun kau berbohong padaku ya??” kataku kesal ketika telah sampai didepannya

“Keurom~ karena kalau tak pakai cara kayak gitu, pasti kau tak mau pergi dari namja-namja itu..” sahutnya sok innocent

“Kau tahu, kau itu mengganggu waktuku saja tauk. Sekarang apa maumu??” ujarku seraya memasang tampang merajuk dan memalingkan wajahku ke arah lain

“Mian deh, mian.. Oh ya, ku mau tanya. Sebentar malam, ku boleh gak ke rumahmu??” tanyanya

“Buat apa??” tanyaku balik tanpa melihat wajahnya

“Aish~ kau itu pikun apa? Kita kan disuruh bikin tugas kelompok!”

“Jincca? Ahaha~ aku lupa, miaaaan…” akhirnya ku kembali pada tampang begoku lagi

“Ne.. Ne.. . Kalau begitu jam setengah tujuh ya?”

<!– @page { margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } A:link { so-language: zxx } –>

“okeh!!”

14.00 KST

Cho Ha Mun POV

Ku merebahkan tubuhku di sofa putihku yg empuk ini. Sambil mencoba mencari-cari acara TV yg bagus. Masalah hari ini, cukup membuatku stress. Dan, Kurasa ku perlu sedikit refreshing.

KLEEK

Pintu rumah tiba-tiba saja terbuka. Dan sosok Yong In muncul dari baliknya

“Ya, kenapa kau sudah pulang? Kau tak ada les dance hari ini?” tanyaku

“Anni~ pelatihnya sedang ada urusan mendadak. Jadi tak bisa memberi les hari ini” sahutnya sambil membuka sepatunya

“O~” ku hanya meng’o’riakan jawabannya

TING TONG~

bel pintu rumah berbunyi

“Yong In, coba kau lihat siapa itu. Kalau yg datang teman atau kenalan eonni, bilang aja eonni lagi gag ada~” suruhku

Ia sedikit mengangguk kemudian membuka pintunya

“CHOI AHJUMMA!!” aduh apa-apaan sih Yong In, Kok malah teriak-teriak gitu. Dia gag tau apa suaranya itu ‘nyakitin’ banget. Bisa-bisa pecah nih gendang telingaku.

Tapi tunggu.. Dia bilang apa tadi? Choi ahjumma?

“GYAA~ CHOI AHJUMMA!!” dengan sigat ku berhambur lari ke pintu dan memeluk Choi ahjumma. Tetangga yg sudah kuanggap seperti ibuku sendiri.

“Ahjumma, bogoshipoeyo~” kataku setelah berhasil memeluknya.

“Ne~ ahjumma juga kangen pada kalian.. Makanya ahjumma cepat-cepat kembali kesini. Ahjumma kangen sama kenakalan kalian berdua..” ujarnya setelah melepas pelukanku

“Ah~ ahjumma, masa itu doang sih yg dikangenin. Kebaikan kita juga dong~” kata Yong In

ahjumma hanya terkekeh pelan

“Ahjumma, ngomong-ngomong si Minho juga ikutan pulang ya?” tanya Yong In

“Iya, sayaang.. Sekarang dia lagi istirahat. Mungkin sebentar malam dia akan kesini..” sahut ahjumma

“Jincca? Aseek.. Bakalan ada temen main PS lagiii~” serunya kegirangan seraya melenggang masuk ke kamarnya

“Kekeke~ dongsaengmu itu tambah lucu ya.” ujar ahjumma

“Mungkin, ahjumma~ eh, itu apa ahjumma?” ku menunjuk bingkisan yg sedari tadi digenggam Choi ahjumma.

“Aduh, sampai lupa. Ini oleh-oleh buat kalian dari Daegu” ahjumma menyerahkan bingkisan itu padaku.

“Woaah~ gomawo ahjumma..” seruku senang

“Ne. Sudah dulu ya, ahjumma pulang dulu. Takut masakan ahjumma gosong, soalnya cuma dijagain sama appanya minho..” ucap Choi ahjumma.

“Ne, ahjumma~” balasku

Ahjumma menepuk pundakku pelan, kemudian kembali ke rumahnya yang hanya berjarak 3 meter dari rumahku.

Author POV

18.50 KST

Yong In terlihat tengah mondar mandir di ruang tamu rumahnya. Sesekali ia mendengus kesal seraya terus memperhatikan jam dinding klasik yg tergantung indah di dinding dengan cat berwarna pearl blue itu. Tampaknya ia sedang menunggu seseorang.

TING TONG~

Pintu bel rumahnya berbunyi. dengan sigap ia langsung lekas membukanya.

“Annyeong, Yong In~” orang yg membunyikan bel tersebut menyapa Yong In sambil nyengir-nyengir geje.

Sedangkan Yong In memasang tampang evil pada orang tersebut.

“Kau tahu jam berapa sekarang?” tanya Yong In dingin

“Heem.. Jam 6 lewat 54~” sahut orang itu polos setelah melihat jam tangannya

“Jam 6.54~ dan setahuku kau membuat janji jam 6.30.. apa kau tahu apa artinya itu?”

“Anniyo~”

“Itu artinya kau terlambat, Han Sang Sun!!” teriak Yong In

Orang yg ternyata Sang Sun itu, menutuptelinganya dengan kedua tangannya.

“Adooeww~ gak usah teriak-teriak gitu napa sih?? Kan aku cuma terlambat beberapa menit doang~” bela Sang Sun pada dirinya sendiri

“Kamu tahu kan aku paling gag suka ama namanya keterlambatan. Udah, kamu gag boleh masuk~” ujar Yong In serius. Tapi di dalam hatinya ia hanya bercanda saja.

Sang Sun hanya cemberut sambil memanyunkan bibirnya. Tapi sedetik kemudian ia langsung mendapat ide.

“Ha Mun eonni~ ini aku Sang Sun yg bertamu. Aku dan Yong In mau mengerjakan tugas kelompok kami. Tapi Yong In gag bolehin aku masuk~~” Seru Sang Sun. Ia melapor pada Ha Mun yang tengan menonton acara kesukaanya.

“Yong In~ Masa tamu gag dibolehin masuk sih?? Cepet ajak masuk!” suruh Ha Mun

“Haissh~ Sudah sana masuk!” Yong In hanya mendengus kesal

Sang Sun tersenyum penuh kemenangan. Sambil melenggang masuk ke dalam rumah Yong In.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka lagi.

“Aiish~ siapa lagi sih itu!?” Keluh Yong In. Dengan malas ia membuka pintu rumahnya lagi.

Setelah dibuka, nampak seorang namja dengan tinggi kira-kira 180-an cm yang hanya memakai baju rumahan biasa, berdiri membawa beberapa kaset PS.

“Ya, Choi Minho~ akhirnya kau datang juga! Kebetulan kau ada disini..” ucap Yong In sambil menarik namja yang bernama Minho itu masuk ke dalam.

“Nih sini, kau duduk disina ya! Bantuin kita ngerjain tugas ini~” Yong In mendudukkan Minho di sofa yang sama dengan Sang Sun.

“Mwo? Tapi ku kan niatnya mau main PS kesini..” Keluh Minho seraya memperlihatkan kaset-kaset PS yang sudah dibawanya.

“Sekali-kali bantuin aku kek~ kamu kan pintar pelajaran ini..” Pinta Yong In

“Heem.. Yeoja ini ikut juga gag??” bukannya menjawab minho malah menunjuk Sang Sun yang ada disebelahnya.

“Iya. Memangnya kenapa?” tanya Yong In penuh selidik

“Gpp~ asalkan yeoja ini ikut, aku mau kok bantuin kamu..” sahutnya sambil tersenyum pada Sang Sun. Sedangkan orang yg dimaksud hanya menunduk malu.

“Ye~ Mata kamu tuh gak bisa lihat cewek aja, langsung gatel!” sindir Yong In. Minho cuma nyengir2 geje.

Mereka pun memulai aktivitas mereka. Eh ralat, hanya Minho dan Sang Sun yang mengerjakan tugas itu. Sedangkan Yong In hanya cengo liatin mereka berdua.

Sesekali Minho mencuri-curi pandang pada Sang Sun. Begitu pula dengan Sang Sun. Namun ketika pandangan mereka bertemu, yang mereka lakukan hanya nunduk-nunduk malu.

Sejam kemudian..

“Nah, sudah beres nih!” Minho menutup buku fisika Sang Sun yang tebalnya 3 cm itu, dan menyerahkan beberapa kertas soal fisika yang tadi hampir dimakan Yong In saking gag ngertinya dia.

“Yah~ udah jam delapan. Yong In, aku pulang dulu ya.. Soalnya aku takut umma ngomel-ngomel, soalnya aku belum makan dari tadi siang. Eh, tapi aku masih pengen maen PS ama kamu sekarang~ trus gimana dong?”

Ujar minho sedih.

“Gak usah nunjukin tampang sedih kayak gitu juga kali, Jijik tahu aku ngeliatnya. Kan masih ada hari esok. yaudah besok aja kita mainnya” Yong In memutar bola matanya

“Yaudah aku pergi dulu ya. Bye Sang Sun~” Minho mengerlingkan sebelah matanya pada Sang Sun. Sedangkan Sang Sun lagi-lagi cuma bisa membalas dengan senyum malu-malunya.

10 menit kemudian, Sang Sun juga minta izin pulang pada pemilik rumah itu. Ia menolak untuk diantar Yong In dengan motornya. Soalnya dia tahu, kalau ditangan Yong In nyawanya gak bakalan aman.

Sang Sun pulang melewati rumah Minho yang masih terang benderang dengan lampunya itu. Namun tiba-tiba sebuah suara membuatnya menahan langkahnya seketika.

“SANG SUN!”

Sang Sun sempat bergidik ngeri. Ia takut kalau-kalau yang memanggilnya itu ternyata hantu. Ia membalikkan badanya ragu. Dan ternyata yang memanggilnya itu adalah namja tampan nan jangkung, yang tak lain dan tak bukan adalah Choi Minho dan bukan Hantu.

“Waeyo, Minho-sshi?” tanya Sang Sun ketika Minho sudah ada didepannya.

“Anni~ aku hanya ingin bertanya padamu..” ujar Minho gugup

“Apa??”

“Er~ Kamu udah punya pacar gag?” tanya Minho yang langsung membuat jantung Sang Sun berdegup kencang.

“Anni..”

“Oh~ Kalau gitu kamu mau gak jadi yeojachinguku??”

“MWO??”

——

06.45 KST

Cho Yong In POV

Hufft~ terpaksa pergi sekolah sendiri deh..Eonni sih~ udah tahu dia alergi seafood, malah maksa makan udang pemberian Choi ahjumma kemarin. Katanya gag baik kalo dibuang, mubazir~.Eh, sekarang kerjaannya garuk-garuk kulit tuh di rumah. Rasain!

Ku mempercepat  langkahku yang jaraknya tinggal beberapa meter dari pintu gerbang. Ku agak berlari ke arah kelas. Sesampainya di kelas, ku langsung melempar tasku bukan pada tempatnya. Dan segera pergi ke halaman sekolah, karena bel berbaris sudah berbunyi.

“Good Morning everybody~” Si Ketua osis yang tak lain dan tak bukan adalah Jinki oppa, memberi salam kepada seluruh siswa dengan gaya khasnya.

Di samping kiri kanan dan belakangnya berkumpul seluruh anggota-anggota osis. Dan yang paling membuatku kaget, Jonghyun oppa juga berada disana! Ternyata dia anggota osis juga toh~ tapi kok gag pernah lihat ya?

“Morning~” koar kami semua.

“To the point saja ya~kalian tahu kan salah satu tata tertib disekolah ini adalah dilarang membawa Handphone dalam bentuk apapun?”

“NE~”

“Bagus. Tapi akhir-akhir ini kami sering melihat banyak sekali siswa yang membawa ‘barang terlarang’ itu disekolah, terutama adik-adik kelas kita ini. Oleh karena itu, hari ini akan adakan razia handphone bagi semua siswa tanpa terkecuali!”

Seluruh siswa yang kelihatannya membawa ‘barang terlarang’ itu nampak panik, termasuk aku. Terlebih-lebih saat anggota osis mulai turun memeriksa.

“Haaduh~ disembunyiin dimana nih hp! Di kantong, kagak mungkin. Di dalam baju, nanti jatoh lagi. Trus dimana dong!?berfikir Yong In.. Berfikir..” ku mulai berfikir ala Jimmy Neutron

“AHAA!!” sebuah ide langsung muncul di kepalaku

Bergegas ku langsung melancarkan ideku itu. Ku melepaskan ikatan tali sepatuku, membukanya, kemudian memasukkan handphoneku yang slim, tipis, dan langsing ini ke dalam sepatuku. Dengan keajaiban tuhan dan sedikit paksaan dariku, akhirnya handpone kesayangku ini bisa masuk ke dalamnya. Ku ikat kembali tali sepatuku dan semuanya beres. Mereka gak mungkin kan meriksa ampe ke sepatu. Emang mereka mau nyiumin bau sepatu-sepatu siswa satu persatu.

“Eheem..” seseorang berdehem keras. membuat perhatianku teralih pada suara itu.

Ku mendongakkan kepalaku, ke asal arah suara itu. Dan terlihat Jonghyun oppa sudah berdiri di depanku yang sedang membetulkan ikatan tali sepatu ini.

“Haaii.. Oppa~” Ku cuma bisa nyengir-nyengir gak jelas, sambil harap-harap cemas. Mudah-mudahan aja Jonghyun oppa gag ngeliat dari awal.

Samar-samar, nampak Jonghyun oppa sedikit tersenyum padaku dan berjongkok menghadapku.

“Tenang~ oppa gag bakalan ngelaporin kamu kok..” ujarnya sambil tersenyum

Refleks raut wajahku lansung berubah kaget plus bahagia.

“JINCCA OPPA!?” Seruku senang

“Ssst~ jangan keras-keras..” ia membekap mulutku dengan tangannya

“Iya~ gag bakalan dilaporin kok. Asalkan jangan diulangi lagi..”

“Ah~ Ne oppa!” ku mengangguk setuju

“Okeh.. Kalo gitu oppa kesana dulu ya~” ia mengacak pelan rambutku kemudian pergi.

Huff~ untunglah..

——

Sekarang adalah wakt unya istirahat. Dan sekarang adalah waktuku menjajah semua makanan yang ada di kantin! Hahahaha *becanda ding*

Ku meninggalkan kursiku, dan berjalan ke arah pintu. Namun langkahku terhenti, saat sekelompok wanita yang ternyata adalah Group Cheers memasuki kelas kami.

Ku hendak melewati mereka, namun berhasil dicegat oleh salah satu anggotanya.

“Ya, Cho Yong In! Igeo!” JiHyun si ketuanya menyodorkan selembar kertas undangan padaku.

“Igeo Mwo??” ku menatap undangan itu tanpa mengambilnya.

“Ini undangan pesta ulang tahunku juga acara pertunanganku dengan Jinki oppa. Kau dan Eonnimu kuundang..” ujarnya sinis

Ku sedikit tersentak kaget mendengar dia dan Jinki oppa akan bertunangan. Secepat itukah ??

“Tch, aku tak perlu..” ku meliriknya sinis, kemudian hendak pergi lagi dari tempat itu. Tapi ternyata tangannya sangat sigat. Ia membalikkan badanku, mendorongku ke dinding, Kemudian menghantam dadaku dengan itu.

“Kau harus mau, dan kau beserta eonnimu juga harus pergi! Aku ingin melihat eonnimu menderita. Karena aku tahu dia masih mencintai Jinki oppa! Arrachi?”

Ku mengalihkan pandanganku ke arah lain tanpa menjawab permintaannya.

“Ku harap kau mengerti.. C’mon girls~ kita pergi.” ujarnya kemudian pergi meninggalkan kelas ini bersama teman-temannya.

——

Cho Ha Mun POV

Hari ini aku tidak sekolah, karena alergiku kambuh lagi. Badanku semuanya memerah dan gatel banget. Untungnya tadi aku meminta obatnya pada Choi ahjumma, jadi sekarang sudah kembali seperti semula deh. Hari ini juga, Yong In pulang ke rumah sambil membawa sebuah undangan. Ya, undangan ulangtahun Jihyun

Beserta pertunangannya dengan Jinki. Haah~ memang berat rasanya. Tapi, aku tetap harus menerimanya. Karena aku yang memutuskannya. Dan disinilah aku berdiri berdiri di depan sebuah gedung yang sangat mewah tempat acara itu dilaksanakan, didampingi oleh yeodongsaengku tersayang, Yong In.

“Eonni, kalau eonni gak mau ngelihatnya. Gak usah dipaksain..”ujar Yong In

“Gwaenchana, dongsaengku sayang. Eonni gpp kok~” ku mencoba tersenyum padanya, Dan menariknya ke dalam

Disana sudah banyak sekali tamu, yang rata-ratanya semua siswa Seoul High School. Ada Key, Jonghyun, juga anggota osis lainnya.

Ku mengajak Yong In untuk membaur bersama mereka.

“Woo~ Si Rival ternyata datang juga. Gak bakal terbakar api cemburu tuh liat mereka??” Uuh.. Key lagi, key lagi. nih anak kenapa suka banget manas-manasin aku sih!?

“Gak bakal!”

“Oh iya, kamu kan udah hangus duluan. Jadi gag mungkin bisa kebakar lagi!”

“Haiish~ kamu tuh ya!!” Ha Mun hendak memukul Key, Tapi..

“Aduh! Kebelet pipis nih!” Key langsung lari ke arah toilet

“Tch, kebelet apa ngehindarin pukulan aku..” gumam Ha Mun

“Eonni, aku ke Sang Sun dulu ya~” Yong In meminta ijin padaku untuk bergabung dengan teman-temanmya.

“Ne..”

“Gomawo, eonni~” ia berlari ke arah teman-temannya. Dasar anak-anak, gag bisa pisah dari teman-temannya.

Tak berapa lama, pangeran dan putri malam ini akhirnya datang. Mereka terlihat sangat mesra dan juga sangat serasi.Mereka menyapa dan menyalami semua tamu yang datang. Hingga akhirnya mereka sampai ke tempat kami.

“Hai semuanya~ terima kasih sudah datang ya..” sapa Jihyun

“Hai, Ha Mun sunbae..” ia mengalihkan pandangannya ke arahku.

Ku hanya membalasnya dengan senyuman.

Ku menatap Jinki sejenak. Ia membalas tatapanku. Tapi tapi tak berapa lama, ia langsung membuang mukanya.

“Woah sunbae, gaunmu cantik sekali ya~ kalungmu juga.. Lebih bagus dari punyaku. Membuatmu semakin cantik~” ia melepaskan rangkulan tangannya pada Jinki, berjalan ke arahku, dan memujiku?

“Tapi sayangnya aku tak ingin ada yang kelihatan lebih cantik dariku malam ini..”

Ku sedikit tergelak dengan perkataanya. Ia mengucapkannya sangat pelan, hingga mungkin hanya terdengar olehku.

CRAAT

Seketika itu juga minuman yang ada ditangannya langsung ditumpahkan kearahku. Membuat gaun putihku ini berubah menjadi merah sama dengan warna minumannya.Bisa kulihat beberapa orang yang melihat kami, terkejut. Begitu juga dengan Jinki.

“Mian Sunbae, aku gag sengaja..” ia hendak membantuku membersihkan gaun ini. Tapi bukannya membantu, ia malah mendorongku ke belakang, menghantam meja, hingga ku terhuyung  jatuh dibawahnya dan membuat beberapa makanan yang ada di meja itu jatuh mengenaiku.dingin dan lengket. Mungkin itu yang kurasakan sekarang.

“Mianhae, sunbae~ aku tidak sengaja. Sini aku bantu..” ujarnya. Tch, aku tahu kau sengaja.

Ia hendak ‘membantuku’ lagi. Ia menjulurkan tangannya, dan tanpa sadar ku pun mengamitnya. Ia memegang lenganku. Dan tiba-tiba saja, ia menancapkan kukunya yang panjang itu

Ke pergelangan lenganku. Mencakar kulitku hingga di atas urat nadiku.

“Arrgghhh!!!” ku mengerang kesakitan. Sungguh, ini sakit sekali. Dia melakukannya dengan sangat cepat. ada apa dengan yeoja ini? Apa yang sedang ia lakukan padaku. Tolong semua yang ada disini, hentikan dia.

“HYAA!! Hentikan yeoja gila!!” tiba-tiba Jinki menghampiri kami dan mendorong Jihyun menjauhiku.

Ia membantuku berdiri. Tapi ku segera melepaskan tangannya. Dan berlari menghindari tatapan semua siswa yang ada disitu.

Terdengar jelas Jinki memanggil-manggil namaku. Tapi ku tak menghiraukannya.

Ku memasuki toilet wanita. Mungkin ini tempat yang paling aman saat ini untuk menghindari Jinki dan Jihyun. Ngomong-ngomong tentang Jihyun, ada apa dengan dia tadi? Apa cuma karena kalungkusaja yang bagus, ia jadi seperti itu. Aissh~ dasar yeoja gila.

Ku membersihkan gaun dan tubuhku yang rasanya sudah lengket semua. Ku memperhatikan bekas cakarannya. cukup dalam juga ternyata, sampai-sampai bisa membuat lenganku berdarah seperti ini. Ku membersihkan darah itu perlahan-lahan dengan tissue. Perih sekali rasanya. Tapi lebih baik seperti ini, daripada nanti kena infeksi.

Setelah ini selesai, aku akan langsung pulang. Pulang ke rumah dan tak akan pernah kembali lagi ke tempat itu. Bisa-bisa aku trauma kalau kembali disana.

Ku membuka pintu toilet. Namun betapa terkejutnya aku ketika melihat Jinki sudah ada dibaliknya.

Ia menarikku dan menghimpit badanku ke dinding. Kedua tanganku ditahannya di samping kepalaku.

“Ya, Apa maumu!?” bentakku

“Masih sakit?” bukannya menjawab pertanyaanku, ia malah menanyakan bekas cakaran Jihyun tadi.

“Apa pedulimu!?”

“Aku masih peduli padamu! Makanya aku menolongmu tadi!”

“Buat apa kau menolongku!?”

“Karena aku masih sangat mencintaimu, Ha Mun~. Seberapa pun usaha ku untuk melupakanmu seperti apa yang kau suruh, itu tidak akan bisa. Apalagi melihatmu diperlakukan oleh Jihyun seperti tadi, membuatku malah ingin semakin melindungimu, bukan membencimu!!”

Ku sedikit tersentak mendengar perkataanya tadi. Ku menunduk berusaha menahan buliran kristal yang sudah ada dipelupuk mataku.

Tangan halus Jinki mengangkat daguku pelan.

“Dan aku tahu kau juga masih mencintaiku kan?”

Ia mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Ku menutup mata berusaha tak melihat apa yang akan terjadi. 2 detik.. 3 detik kemudian, bibirnya yang tebal itu sudah menempel dengan bibirku. Ia mengecup bibirku pelan. Melumatnya perlahan.OMO~ ini first kissku. Tapi kenapa diambil pada saat dia sudah tak menjadi namjachinguku lagi.

Tiba-tiba pintu toilet pria yang ada dibelakang Jinki terbuka. Ku berusaha melihat siapa yang keluar..

“KALIAN!?”

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s