2 Sister Love Stories – Part 1

Standar

Title  : 2 Sister Love Stories

 

Main Cast :

> Cho Yong In

>  Cho Ha Mun

> Kim Kibum

> Kim Jonghyun

 

Other Cast : You’ll find  at the story

 

Genre : Romance, family

 

Rating : PG 13+

 

Length : Chaptered

 

Disclaimer : My own just the plot.

 

 

annyeong~ ^^ author baru muncul..

mau mempersembahkan ff yg ceritanya masih rada kacau gitu~

dimohon commentnya ya~ dlm bentuk apapun juga bisa (kritik, saran)

supaya ku bisa tau apa kesalahnku *halah, bahasanya~*

 

happy readink !!😀

 

Suatu hari di siang yg sangat panas, 2 orang kakak beradik sedang berjalan di lapangan sekolah mereka bersama teman-teman mereka yg lain.

 

“Eonni, eonni pulang duluan aja ya~ Aku lagi ada les dance nih di kelas dance.” ujar sang adik kepada kakaknya

“Eh, emang sejak kapan kamu les dance? Sama siapa? Sendiri?” Tanya si kakak beruntun

“Sejak hari ini, sama sunbaenim yg katanya sekelas ama kakak, gag sendiri kok~ banyak temenku yg juga ikut.” jawab si adik beruntun pula

 

Hening sesaat, lalu..

 

“Eh, kok aku jadi ngejawab pertanyaan eonni yg banyak bnget itu sih!?”

“Heh itu babonya kamu ndiri. Sudah pergi saja sana~” ujar si kakak sambil mengibas-ngibaskan tangannya seperti mengusir anak ayam

 

“Ye eonn~ jangan lupa ya kalo aku pulang, makan malamnya sudah harus tersedia” ujar si adik sambil berlari ke kelas dance

“Woo- dasar !”

 

——-

 

Cho Yong In POV

 

“Mianhamnida sunbaenim, aku terlambat~” ujarku sambil membungkuk maaf kepada key sunbae

“Gwaenchana, Yong In-ah..”

“Gamsahamnida sunbae..” ku kembali mengangkat kepalaku. Saat kulihat wajahnya, ia tengah menampakkan senyumnya yg mungkin bisa membuat seluruh wanita di dunia ini meleleh. Kecuali aku. Ya~dia bukan tipeku..

 

“Ne~ ayo sana bergabung dgn teman-temanmu yg lain” suruhnya

“Ye~” ku pun berlari menghampiri yg lainnya.

 

Les kali ini tidak terlalu melelahkan. Karena kami baru mempelajari gerak-gerak dasar saja. Padahal aku kan maunya yg susah2 gitu kayak dance boyband2 favoritku.

 

Sesampainya di rumah, ternyat eonniku telah memasakkan makan malam untuk kami. woah~ nurut juga eonniku itu😄

 

“Eonni, masakanmu enak banget !! Masitta !!” ku langsung saja menyomot nasgor seafood kesukaanku.

“Heh !! Siapa suruh kamu makan itu ??” tiba2 saja eonni langsung menjewer telingaku

“Lho?? Ini bukannya buat aku eonn ?” tanyaku sambil mengusap-usap telingaku

“Maksud eonni, jangan langsung nyomot gitu aja langsung. Sana, ganti baju dulu abis itu cuci tangan. Trus balik lagi kesini”

“Ne eonn~” ku berjalam lesu ke arah kamar. Mengganti baju, mencuci tangan, kemudian balik lagi ke meja makan.

“Siapa pelatih dance kalian itu ? Katanya sekelas dgn eonni ?” tanya Ha Mun eonni disela-sela acara makan kami.

“Namanya Ke-”

 

DRRT . DRRT .

 

Perkataanku terpotong karena hp milik eonni bergetar. Eonni mengangkat teleponnya.

 

“Ye~ Yobosseo ? Jincca ? Malam ini juga ? Aissh~ keurae.” eonniku tampak kesal dengan telepon itu.

“Waeyo eonni ?” tanyaku

“Eonni ada rapat osis di sekolah sekarang juga. Kamu makan sendiri aja ya~” ujarnya sambil mengambil jaketnya kemudian sedikit berlari ke arah pintu

“Mwo!!? Malam2 gini? Jangan bo’ong!!” ucapku sedikit berteriak. Tapi ia tak menghiraukannya.

“Aiish~”

 

——

 

Cho Ha Mun POV

 

“Huh, rapat apaan malam2 kayak gini!!? Dasar Jinki, kako dia bukan ketua osis ama namjachinguku, udah kubentak dia di telepon tadi” racauku

Sesampainya di sekolah, ku langsung berlari ke arah ruang osis. Namun apa yg kulihat? Tak ada anggota osis lainnya disana. Yg ada hanya namjachinguku, jinki. Ia sedang berdiri menatap langit dari balik jendela ruangan.

“Ehemm !!” ku berdehem agak keras agar ia menyadari kehadiranku

“Jagiya? Kau sudah datang?” ia berbalik dan langsung memelukku. Tapi ku langsung melepaskannya

“Buat apa kau memanggilku kesini? Mana rapat osisnya? Kau membohongiku ya?” tanyaku pura-pura marah

“He.. He.., mian~ aku hanya ingin bicara denganmu. Sebentar saja~” pintanya sambil mendudukkanku di sebuah kursi. Kemudian ia duduk disebelahku.

“Jagi, apa kau tau Lee Jihyun anak kelas 2B ?” tanyanya halus

“Ne, wae??”

“Tadi, ia datang kerumahku dgn umma dan appanya. Aku tidak tahu apa yg akan ia lakukan dirumahku. Hingga akhirnya appa memanggilku dan mengatakan kalau aku dan dia akan segera bertunangan..” ujarnya pelan dan ragu2

 

MWO!!? Jinki-ku akan segera bertunangan!? Ya Tuhan~ apakah ini kenyataan??

 

“Lalu??” tanyaku dgn suara yg mulai bergetar

“Aku tidak tahu harus bagaimana jagi~. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau meninggalkanmu. Atau, apa perlu aku menentang orangtuaku??”

 

Ku menunduk memikirkan kata2nya kembali. Aku tak ingin ia menentang orangtuanya hanya karena aku. Aku tak ingin ia menjadi anak durhaka hanya karena aku. Orangtuanya ingin yg terbaik untuknya. Dan Jihyun mungkin adl yg terbaik untuk jinki menurut orangtuanya.

 

“Andwe, Jinki. Kau terima saja pertunangan itu.” ucapku masih tetap menunduk

“Mwo!? Apa maksudmu jagi?” ia mengangkat daguku

 

Aku menahan bulir2 air mata yg sudah ada dipelupuk mataku. Aku tak ingin menangis di hadapannya.

 

“Aku tak mau jagi, shirreo!! Apa kau sudah tak mencintaiku lagi?” tanyanya tak percaya

“Aku mencintaimu Jinki, jeongmal~ tapi apa kau tidak berpikir bahwa Jihyun itu sudah yg terbaik yg dipilih orangtuamu untukmu!? Apa kau mau menjadi anak durhaka hanya karena menentang orangtuamu!?” akhirnya air mataku langsung tumpah dgn sendirinya saat mengatakan semua itu.

 

——

 

Air mataku langsung tumpah saat mengatakan itu..

“Geudae.. Jagi..” ia menghapus air mataku dgn jempolnya. Tapi, aku segera menepisnya pelan.

“Ayolah oppa, demi aku~” Pintaku. Walaupun aku sendiri tak ikhlas untuk mengatakannya.Ia terlihat sedikit berfikir.

“Kuharap itu jawaban iya oppa. Gomawo untuk semuanya~” ku beranjak dari dudukku dan pergi dari ruangan itu. Ku tak menghiraukannya yg dari tadi memanggilku. Hingga sesosok tangan dingin memeluk pinggulku dari belakang.

“Jagi~ hajiman..” Ternyata itu Jinki

“Mian Jinki-sshi, sekarang aku bukan yeojachingumu lagi. Jadi jgn panggil aku jagiya lagi. Kau harus bahagia dgn gadis pilihan orangtuamu itu. Dan cobalah untuk melupakan aku” ucapku tanpa berani melihatnya. Ku melepaskan tangannya perlahan kemudian pergi meninggalkannya..

 

Mianhaeyo Jinki-sshi.. Mian..

 

——

 

Cho Yong In POV

 

“Hoaamm~” ku baru saja terbangun dari tidurku. Ku sedikit menggeliat-geliat kecil. Kemudian mengambil jam weker yg ada di meja sebelah ranjangku.Jam 06.30? Sudah sepagi ini? Hah~ untung saja sekolah hari ini masuk 07.30, jadi aku gag mungkin terlambat. Tapi eonni dimana ya? Biasanya pagi2 begini, di dapur udah ribut aja.Ku beranjak ke arah kamarnya. Tapi, ia sama sekali tak ada. Di dapur, juga tak ada. Yg ada hanyalah sebuah note kecil yg tertempel di kulkas.

 

‘Selamat pagi dongsaengkusayang~. Hari inieonni ada piket disekolah, jadi harusberangkat pagi2..Tapi eonni udahbuatkan sarapanuntukmu kok. Janganlupa dimakan ya~^^

 

Your Lovely sister,Ha Mun eonni😀

 

Ku mendengus kesal.“Hhh, piket apanya? Biasa juga piketnya kayak hari2 biasa~oh, aku tahu! Pasti eonni ingin mesra-mesraan berdua tuh ama Jinki oppa disekolah. Kekeke~ eonni, gitu aja kok disembunyiin..”

 

——

 

Cho Ha Mun POV

 

Hari ini aku datang lebih pagi dari sebelumnya. Bukan karena piket seperti yg kutuliskan di note untuk Yong In tadi pagi. Tapi karena aku tak ingin melihatku dgn mata sembab seperti ini. Pasti ia akan langsung bertanya yg tidak-tidak.

“Wah~ aku pertama lagi!! Eh.. Ddo!?” tiba-tiba saja key masuk ke dalam kelas dan langsung terkejut melihatku.

“Waee..!?” tanyaku ketus

“Kenapa kamu sudah ada disini pagi-pagi!?” tanya key masih kaget

“Kenapa? Memangnya tak boleh ya!?”

“Tapi kan kamu tak biasa-biasanya masuk sepagi ini. Oh! Atau kau mau coba-coba menjadi murid teladan kelas ini ya!? Kau mau menyaingiku dan mengambil gelar itu dariku kan!?” tanyanya mulai paranoid

“Mwo!? Apa maksudmu sih??” ku mulai keheranan dgn sikapnya

“Jangan bo’onk! Bener kan!?”

“Anniyo~ tapi kalau maumu seperti itu, aku akan coba untuk menyaingimu..” ku mulai menggodanya

“Mwo!!?” ia terbelalak

 

Hoho.. Dasar Key. Rival apaan dia~

 

“Ha Mun-ah..” tiba2 ada seseorang yg memanggil namaku dari arah pintu kelas. JINKI!? ya, itu Jinki. Buat apa dia kemari?Ku berpura-pura tidak mendengarnya, dan langsung mencari kesibukan lain.

 

“Key!! Katamu kita disuruh meneliti hewan peliharaan sekolah ini kan?? Kkaja!!” ku meraih tangan key dan menariknya keluar kelas.

“Ha Mun-ah.. Aku ingin bicara..” tiba-tiba saja Jinki mencegat tanganku

“A-aa, mian Jinki-ssi~ aku tidak bisa bicara sekarang. Aku dan key sedang ada urusan. Benar kan Key??” ucapku sambil memasang tampang memelas pada Key. Tapi ia hangya mengerutkan dahinya. Ku memasang tampang mengancam, tapi ia malah tak menggubrisnya. Akhirnya dgn terpaksa, ku menginjak kakinya cukup keras. Hingga membuat dia menjerit kesakitan.

“Akkh!! N-n-ne.. Jinki-sshi, aku dan dia harus segera meneliti secepatnya” ujarnya terpaksa pada Jinki, dan langsung menatapku dgn tatapan ‘apa kau puas?’. Ku balas menatapnya seraya tersenyum penuh kemenangan.

 

Jinki hanya diam..

 

“Ayo Key! Jinki-sshi kami pergi dulu~” ku langsung menarik tangan key untuk segera berlari. Hingga sampai sosok Jinki sudah tak terlihat lagi, akhirnya aku langsung menghentikan langkah kami.

“Heem..” Key berdehem kecil sambil melirik ke arah tangannya yg masih digenggam oleh tanganku. Dengan kasar ku langsung melepaskannya.

“Wowowow!! Jadi begini perlakuan seorang yeoja kepada orang yg telah menolongnya kabur dari MANTAN Namjachingunya” sindirnya“Mwo!? Darimana kau tahu?” tanyaku kaget

“Hahh~ semua orang di sekolah ini juga sudah tahu kalau Jinki akan segera bertunangan dgn Jihyun, ketua cheers sekolah ini. Dan nasibmu..” ia menggantungkan kalimatnya seraya melirikku dari bawah ke atas

“Kalau bukan dia yg memutuskanmu, pasti kau yg memutuskannya” ujarnya sedikit sinis

 

Ku melengos kesal

 

“Sudah, aku pergi dulu. Suatu saat aku akan meminta balasan dari ini semua.” ujarnya kemudian berbalik pergi

 

Aiish, jincca? Mengapa semua orang disini sudah tau, sih? Apakah Yong In juga sudah tahu? Woah~ aku tak tahu apa yg akan terjadi kalo saja Yong In tahu aku putus dgn Jinki.. Dia sangat berani, meskipun dengan kakak kelasnya.. Ottokhe!??

 

TBC~ ^^

One response »

  1. hoaaa.. Ceritanya seru nih.
    Boleh sedikit kritik? Dr cara penulisan, klo pke bhs yg lbh formal kayanya lbh bagus. Kaya kata “bo’ong”, diganti jd “bohong”. Terus “ndiri”, jd “sendiri”. Hehe. Maaf ya, ak mengkritik.
    Aku langsung terbang ke part 2 ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s