FF – 2 Sister’s Love Stories

Standar

Cast : Cho Yong In

Cho Ha Mun

Kim Ki Bum (Key)

Lee Jinki

Kim Jonghyun

Other Cast : Lee Jihyun

Han Sang Sun

Choi Minho

Han Eun Hee

Lee Taemin

Key POV

“Huff~ tadi itu untung saja aku kebelet. kalau gak, bisa-bisa biru-biru semua badanku ini kena tangan besinya..” ku cepat-cepat mencuci tanganku sampai bersih dan mengeringkannya dengan tissue.

aah~ ku tak sabar ingin menggoda yeoja itu lagi!! dengan segera ku berjalan ke arah pintu dan membukanya.namun pemandangan dibalik pintu itu, bukanlah hal yang ingin kulihat sekarang..

entahlah~ hatiku rasanya tak rela. hatiku rasanya sangat sakit melihat itu.

“KALIAN!?” seruku

refleks, Ha Mun yangternyata melihatku, langsung mendorong Jinki menjauh.

“Key-sshi!? buat apa kau disini?” tanya Ha Mun panik

“Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Sedang apa kalian disini? Dan ciu… mmphh~!!”

“Ahh! Tutup mulutmu!!”

Belum sempat ku selesaikan perkataanku, Ha Mun langsung membekap mulutku dengan kedua tangannya.

“Aish! Lepaskan tanganmu tahu!” ku langsung mencabut bekapan tangannya dari bibirku

“Kumohon Key~ jangan katakan ini pada siapapun ya?? Aku gag mau acara ini jadi berantakan, kalo sampe orang lain tahu~” pintanya memelas

“Mmhh~ gimana ya? Boleh boleh aja mulutku ini ku kunci. tapi.. harus ada syaratnya!”

“Mwo!? Syarat!? Gag jadi deh..”

“Yaudah.. Ku kasih tahu yang lainnya dulu ya~” ku mulai berjalan ke arah ruangan pesta itu dibuat. tapi, Ha Mun langsung menarik kembali tanganku.

“Haiish~ ya udah deh! Apa syaratnya??” tanyanya terpaksa

“Ikut aku dulu, nanti ku kasih tahu..” ku menarik tangannya untuk ikut bersamaku.

“Ya, mau kemana?”

“Udah ikut aja!” ia pun menurut dan mengikutiku. Hingga langkah kami terpaksa harus terhenti karena sebuah suara.

“Aku tahu jawabanmu pasti iya, Ha Mun-ah!”

Ha Mun sempat menoleh ke pemilik suara tersebut, yang pastinya tentu adalah Jinki. Tapi ku langsung menarik tangannya kembali, hingga ia sudah tak bisa melihat namja sialan itu.

Cho Ha Mun POV

Haiish! Apa sih maunya namja ini!? Sampai kapan dia mau terus menarikku seperti ini? Gak ngerasain apa kakiku udah sakit kayak gini! Mana badan udah pada lengket lagi~ ‘=.=

“Yak! Sudah sampai!”

“Heh, ini taman kan?” ku mengedarkan pandanganku ke sekeliling tempat ini

“Yaiyalah~ kamu kira ini surga!?” ujarnya sinis

“Haduh! Ngapain sih kamu bawa aku ke tempat kayak gini? Atau.. Atau.. Kamu mau ngapa-ngapain aku ya!?” ku menyilangkan tanganku di depan dada. Ku takut Key akan macam-macam padaku, apalagi tempat gelap seperti ini. Ya Tuhan~ jangan sampai Key terpesona dengan kemolekan tubuhku~ *narsees deh*

“Idih.. Siapa juga yang mau ngapa-ngapain kamu~”

fiuuh~ untunglah..

“Iya-iya.. Sekarang apa persyaratannya? Cepet! Atau gak aku pergi nih~”

“Udah pergi aja! Aku juga mau kembali ke pesta itu. mau ngasih tahu sama semua orang disana, satu berita penting!”

Haiish~ Key! Mulai lagi deh dia ngancamnya. Begini nih, kalo seseorang punya kelemahan..

“Baik-baik! Sekarang cepat katakan apa maumu!?” ujarku kesal

Ia mencondongkan badannya ke arahku, dan mendekatkan bibirnya di telingaku.

“Kau-harus-jadi-pembantu-pribadiku..”

“Hahh! Mwo!? Shirreo! Aku ini kan rivalmu Key, mau taruh dimana mukaku kalau aku jadi pembantumu!?” tolakku seraya refleks mendorong tubuhnya

“Wajahmu ditempatnya aja, gak usah kemana-kemana. Ya~ kalau kamu gak mau juga sih, aku gag yakin mulutku ini bisa kekunci rapat atau gak. Gimana? Deal?” ia mengulurkan tangannya ke arahku

Ku sedikit memicingkan mataku ke arahnya. Kemudian langsung membalas uluran tangannya.

“Okey! Aku mau! Berapa lama?” tanyaku

“1 bulan!”

“Shirreo! 1 minggu!”

“3 minggu!”

“Anni! 10 hari!”

“2 minggu, atau aku laporin nih?”

GLEEK~2 minggu? Hah, gak papalah~ daripada nanti pestanya Jinki rusak.

“Okey! 2 minggu ya?”

“Yeah~ deal?” tanya Key

“Deal!” jawabku

“Bagus.. Bagus!” ia mengangguk-nganggukkan kepalanya geje

Hening..

10 detik..

15 detik..

“Ku mau pergi aja ah~” akhirnya ku putuskan untuk beranjak dari tempat itu

“Ya! Mau kemana?” tanya Key

“Mau pulang-lah! Trus kemana lagi!?” jawabku ketus

“Perlu kuantar?”

Hahh? Gak salah denger tuh? Tumben amat ni anak perhatian..

“Gak usah~ aku bisa pulang sendiri kok..”

“Oh, yasudah. Pulang sana~ Tidur. Persiapkan dirimu untuk jadi pembantuku besok!” ujarnya

“Haiish~ dasar, namja sialan..” gumamku

Cho Yong In POV

06.00 KST

Woahh~ segar sekali bangun pagi ini! Rasanya bahagia gimana gitu~ haha.. Mungkin ini karena efek semalam.

Apa kalian mau tahu apa yang kulakukan semalaman kemarin?

Ku berhasil motret anak-anak TVXQ yang lagi buang air di wc umum! XDD

gyahaha~ enggak , bercanda doang kok..

Sebenarnya, semalam tuh aku sms-an sama Jonghyun oppa, lho!

Aku dan Jonghyun oppa, tukeran nomor sewaktu di pesta kemarin. Alasan akunya sih, pengen ngebahas soal dance. Padahal, sebenarnya pengen PDKT doank!Kekeke~

Setelah merasa cukup bermalas-malasan di kasur, akhirnya ku langsung beranjak ke kamar mandi.Setelah mandi dan berganti pakaian, ku langsung saja ke arah ruang makan.Ternyata disana sudah ada Ha Mun eonni yang tengah menyiapkan sarapan. Ku memperhatikan bekas luka di lengannya. yang katanya, akibat penganiayaan yg dilakukan si Jihyun sialan itu!

“Eonni, masih sakit gag?” ku langsung saja menarik tangannya

“Ya! Kamu ini bikin kaget aja~ udah gak sakit kok, cuma masih sedikit perih aja kalau kena air..” ujarnya sambil mencoba tersenyum, walaupun rasanya sedikit dipaksakan.

“Mianhae eonni, aku gak bisa bantuin eonni semalam. Aku gag tahu kalau ada kejadian itu, habisnya aku terlalu asik ngobrol dengan teman-temanku..” ku menunduk menyesal

“Gwaenchanayo~ yang udah berlalu gak usah dipikirin. Sekarang yang mesti kamu pikirin adalah, sarapan. Ayo duduk~” Eonni mendudukkanku di tempat biasa ku makan.

“Gomawo eonni~” ucapku

Eonni hanya membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, dan sudah tak terlihat seperti dipaksakan lagi. Senyuman seperti eomma..

——

Ku ternyata terlalu cepat datang ke sekolah. Suasananya masih sepi. Hanya terlihat beberapa siswa yang sedang mengerjakan tugas piket kelasnya.Hhh~ Begini nih, kalo berangkat bareng eonni~

Ku mempercepat langkahku ke kelas. Sesampainya dikelas, kulihat ternyata Sang Sun sudah berada disana. Ia sedang berbincang dengan seorang yeoja yang ada di depannya. Entahlah, aku tak tahu siapa yeoja itu. Ia membelakangiku.

Ku mencoba mendekat ke arah Sang Sun dan yeoja itu.

“Sang Sun, siapa ini?” ku bertanya kepada Sang Sun tanpa suara sedikitpun. Alias, hanya dengan gerakan mulut.

“DOOORR!!” yeoja itu tiba-tiba mengagetkanku. Hingga membuatku termundur beberapa inchi dari tempatku semula.

Ku memperhatikan setiap lekuk wajah yeoja itu. Sepertinya ku mengenalnya..

“Aigo! Eun Hee!? Ini kau??” tanyaku memastikan

“Ne, Yong In. Itu Eun hee, sahabat kita~” sahut Sang Sun

“Gyaa! Eun Hee-ah! Bogoshipoeyo~~” Seruku seraya memeluknya.

“Nado~ Yong In-ah!” sahutnya seraya membalas pelukanku.

“O iya, sudah berapa lama kau pergi ya?” tanya Sang Sun pada Eun hee. Aku dan Eun Hee pun melepaskan pelukan kami.

“Sebulan mungkin..” jawabnya asal

“Babo! Kau itu pergi sudah 3 bulan tauk!” Ku langsung saja menoyor kepalanya itu.

“Aduh~ mian.. mian. Aku kan di rumah sakit terus, jadi gag tahu..” katanya sambil mengelus-elus kepalanya yang habis kutoyor itu.

“Ngomong-ngomong tentang rumah sakit, gimana operasi kanker otakmu? Lancar?” tanyaku cemas

“Ne, semuanya lancar kok. Dan kata dokter, kanker itu sudah habis bersih dari kepalaku, jadi dia sudah gak bisa gangguin hidupku lagi sekarang. Untung cepat ditangani..” ujarnya riang

Kami yang mendengarnya pun, terlihat sangat lega dan bahagia dengan perkataanya.

“Oh iya, temani aku keliling sekolah yuk? Sehabis operasi, rasanya beberapa ingatanku tentang sekolah ini sedikit terhapus. Kalian mau kan?” pintanya

“Tentu saja~ kkaja!” aku dan Sang Sun, langsung saja menggenggam kedua tangannya. Kamipun berjalan beriringan keluar kelas.

Kami berputar mengelilingi sekolah yang cukup besar ini.Mulai dari lab.ipa, lab.komputer, ruang dance, sampai tempat favorit Eun Hee, yaitu ruang musik, Kami singgahi.Tapi saat akan pergi ke arah kantin, tiba-tiba handphoneku berbunyi

Hello, hellonarum deuro yongkirul naesseoyo

Ku merogoh handphoneku, dari saku seragamku. One message from,Jonghyun oppa!

From : Jjongie oppa

Annyeong saeng.. ^^

kamu udah sampai di sekolah gag?

Wahh~ Jonghyun oppa perhatian banget! Sampai-sampai nanyain kalau aku udah nyampe atau gak~

To : Jjongie oppa

Aku udah nyampe kok oppa~memangnya kenapa?🙂

Ku memencet tombol send, hingga terdengar bunyi klik. 30 detik kemudian, ada sebuah message masuk kembali.

From : Jjongie oppa

Anniyo.. oppa cuma mau tanya aja, si Key udah nyampe disana gag?

Yah~ kirain perhatian ama aku. Ternyata cuma mau nanya keberadaan Key oppa.

Ku mengetik balasannya malas.

To : Jjongie oppa

Anni. Aku belum melihatnya. Mungkin dia belum datang.

Saat ingin memencet tombol send, tiba-tiba aku menabrak sesuatu yang sangaat tinggi.

“Aduuhh!” ringisku. Ku mendongakkan kepalaku ke atas. Ku sangat kaget ketika melihat tampang namja yang menabrak, atau mungkin kutabrak ini.

“YA! Choi Minho! Sejak kapan kau ada disini!? Dan, kenapa kau memakai seragam sekolahku!?” tanyaku panik

“Mulai hari ini kan, aku sekolah disini.. kekeke~” sahutnya polos

Mwo?

“Annyeong, Sang Sun~” Minho menyapa ke arah Sang Sun

Sang Sun mengangkat kepalanya yang ditundukkan itu, dan menoleh ke arah Minho. wajahnya tiba-tiba memerah. Kenapa dengan yeoja ini? Kenapa dia malah menjadi malu ketika melihat Minho?

“An..anyeong, Min..ho-sshi~” sahutnya terbata-bata.

“Gimana? Kamu udah mikirin jawaban yang semalam gag?” tanya Minho pada Sang Sun.

“Ja.. Jawabannya? A.. Aku belum mikirin jawabannya. Mi.. Mian, sepertinya aku harus kembali ke kelas.. Bye!” Sang Sun malah berlari kembali ke kelas. Dan Minho, ia terlihat seperti mengambil ancang-ancang untuk mengejar Sang Sun.

“Sang Sun-ah! Chankkaman!” benar saja, ternyata Minho memang mengejarnya.

Haiish~ ada apa dengan kedua manusia itu? Kenapa mereka malah main kejar-kejaran?

Heem.. Sepertinya ada yang harus ku selidiki sehabis ini.

“Yong In-ah, kenapa Sang Sun kembali ke kelas. Dan, kenapa juga namja itu mengejarnya?” tanya Eun Hee polos

“Mollaseo~. Sudah, tak usah pikirkan dua orang aneh itu. Sekarang kita lanjutkan perjalanan kita..” ku merangkul bahunya dan mulai berjalan lagi.

Hhh, setelah lelah berkeliling, Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat di kursi dekat lapangan basket. Bel berbaris tinggal 5 menit lagi, jadi kami tak mungkin kembali ke kelas.

Ku mengedarkan pandanganku ke lapangan. Terlihat jelas ada beberapa anak yang sedang bermain basket. Tetapi bukan anak kelas 3, melainkan anak kelas 1.

“Pagi-pagi gini udah pada cari keringat~ ntar kalo pas dikelas bau, rasain lho..” protesku

“Eh, eh.. Yong In~ kamu kenal anak itu gak?”

“Yang mana?”

“Itu loh, yang pirang~”

Ku melihat ke arah tunjukkan tangannya.

“Ohh itu~ itu mah teman sekelas kita, dia masih terbilang anak baru disini..” ujarku

“Namanya siapa?”

“Namanya? Aish.. Aduh, siapa ya? Lee.. Lee.. Ta.. Tae.. Rin.. Min.. Oh iya! Lee Taemin!”

“Lee Taemin? wahh~ nama yang bagus! Orangnya juga~” pekiknya kecil ke arahku, kemudian ia menoleh lagi ke arah Taemin.

“Wae? Kamu suka ya sama dia?” Godaku

“A.. Anni, anni~ enggak kok!” elaknya

“Gotjimal.. lihat wajahmu udah memerah tuh~” ku menyolek-nyolek pipinya yang sudah seperti kepiting rebus itu.

“Aaahh~ Yong In, tak usah menggodaku dong.. Andwae~” ia menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya.

“Eun Hee suka Taemin, Eun Hee suka Taemin, Eun Hee suka Taemin!” seruku kencang

“Ya, Cho Yong In, hentikan. Nanti kalau kedengaran gimana?”

“Jadi kamu beneran suka ama dia ya?” tanyaku sekali lagi

Belum sempat Eun Hee menjawab, bel berbaris ternyata sudah berbunyi.

TEEEET~

“Yahh~ udah, kita lanjutkan saja nanti ya..” ujarku kemudian menariknya berbaris.

——-

Cho Ha Mun POV

“Anak-anak, keluarkan buku pelajaran kalian!”

Haah~ hari yang membosankan dimulai lagi! Parahnya dimulai dgn pelajaran yang membosankan juga, apalagi kalau bukan sejarah!

Bukannya aku sombong ya~ tapi biarpun aku anak osis dan salah satu murid teladan di kelas ini, ku juga malas ngafalin tanggal-tanggal sejarah yang sebegitu banyaknya itu. Tanggal lahir Yong In aja ku gak tahu.

“YA! Cho Ha Mun!” Seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Ku menoleh ke belakang..

“Hya~ Key! Kau ini bikin kaget saja! Ada apa?” tanyaku kesal. Hahh~ gila saja. jantungku hampir copot gara-gara dia.

“Hehh, kau tak lupa kan dengan janjimu semalam?” ia mengambil tempat duduk disebelahku, yang kebetulan kosong.

“Hah, janji apa?”

“Aduh~ kamu gak usah pura-pura lupa deh. Kamu ingat ini kan??” ia mengatupkan kedua tangannya, dan menyatukan keduanya. Sehingga membentuk seperti orang berciuman.

“Ahhh~ yang itu! Ne, ne, aku ingat! Haish, gak usah ngancem gitu dong! Masih pagi tahu!” gerutuku

“Yaudah, kalau gak mau aku laporin, nih kerjain pr sejarahku! Cepat~ keburu songsaenim datang!” ia menyerahkan padaku buku sejarahnya yang sangat rapi itu.

“Heh? Kenapa mesti aku? Emang kamu gak kerjain apa? Kamu kan anak teladan dikelas ini, masa nyuruh orang yang sudah faktanya punya kepintaran dibawahmu..” sindirku. aneh banget nih namja. masa pintar-pintar, malah suruh orang lain ngerjain pr-nya!

“Haish, mau gimana lagi? Aku ini kan juga manusia, Pasti ada sifat M.A.L.A.S-nya juga. You know?” katanya sok inggris

“Trus?”

“Yah~ karena sekarang aku lagi malas, jadi kamu aja yang ngerjain pr-ku. Buat apa juga aku punya pembantu, tapi gak dimanfaatin?” ujarnya.Duh, namja ini kok cerewet banget sih? Nyudutin aku banget.

“Ne.. Ne.. Ku kerjain.” ku akhirnya menyerah dan mulai mengerjakan tugas sejarah itu.

“Eh, kenapa kau masih disini?” tanyaku, ketika melihat ia masih ada disampingku sampai detik ini.

“Wae? Mulai sekarang kan, aku duduk disini..” katanya santai

“Mwo? Buat apa? Udah pergi sana~” ku mengibas-ngibaskan tanganku ke arahnya.

“Shirreo! Aku duduk disini, supaya kamu lebih mudah melayani aku. Arrachi?”

“Haish~ sudahlah..” ku hanya mendelik kesal ke arahnya, kemudian melanjutkan lagi tulisanku. Aku tahu, aku tak akan pernah bisa melawan kata-katanya itu.

Key POV

Hahah! Kena dia! Ha Mun, Ha Mun~ kamu gag pernah bisa lawan kata-kataku tauk!Kekeke, wajahnya sudah merah padam. Nampaknya ia sudah kesal sekali padaku.

Ku memperhatikan setiap lekuk wajahnya ketika menulis.

sangat tenang dan damai. beda banget saat dia marah. dia.. dia terlihat lebih cantik~

Secara tak sadar, ku menyibakkan beberapa helai rambutnya, yang jatuh menutupi matanya ketika menulis.

Ia terlihat sedikit kaget dengan sikapku.

“Mi.. mianhae~ aku tak sengaja.” ucapku sedikit malu

“Gwaencahanayo~ gomawo ya..” ujarnya sambil menunjukkan senyum malaikatnya itu. Senyum yang selama ini hanya bisa kulihat dari Yong In, sekarang bisa kulihat secara langsung.

——

Cho Yong In POV

Akhirnya istirahat juga! Ku mengajak kedua sahabatku, Sang Sun dan Eun Hee ke kantin.

Tapi ternyata Sang Sun tak mau. Katanya dia masih belum lapar. Akhirnya ku hanya bisa mengajak Eun Hee untuk menemaniku makan.

Ketika pergi ke kantin, lagi-lagi kami melewati lapangan basket. Dan disana, Eun Hee melihat namja itu lagi sedang bermain basket. Siapa lagi kalau bukan Lee Taemin. Ia menyerukan-nyerukan nama Taemin, pelan. Aish~ Yeoja oni, dia gag puas apa ngelihatin si Taemin berjam-jam di kelas tadi.

Eun Hee terus saja memekkikan nama Lee Taemin. Sampai-sampai dia tak tahu kalau sebuah bola sedang melayabg kearahnya.

Mwo? Sebuah bola?

“Eun Hee, awas!”

BUUGG

“Ya! Han Eun Hee, irreona!” ku menepuk-nepuk pipi Eun Hee, yang sekarang sudah pingsan tak berdaya.

“Aduh, gimana ini? Dia gak bangun-bangun juga~” Ku mulai panik dengan keadaan Eun Hee. Dia baru saja sembuh dari kankernya. Sekarang, kepalanya malah ditabok bola. Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya?

“Mianhaeyo.. aku gag sengaja tadi” ucap seseorang dari atas.

Ku mendongakkan kepalaku ke atas.

Ooh, ternyata namja yang melampar bola tadi..

“Ya! Sekarang kau antar dia ke UKS!” suruhku pada namja itu, Lee Taemin!

“Kenapa harus aku?” tanyanya innocent

“Babo! Kamu kan yang ngelempar bola kearahnya tadi, sampai-sampai dia pingsan kayak gini! Jadi, kamu yang harus tanggung jawab!

Ia terlihat sedikit berfikir, kemudian menganggukkan perintahku.

“Geurae~” ia mulai mengangkat tubuh Eun Hee. Nampaknya ia terlihat sedikit kesulitan saat membopongnya, jadi kubantu saja dia.

Setelah bersusah payah, akhirnya kami sampai juga di UKS. Fuhh~ ternyata si Eun Hee berat juga ya. Meskipun nampaknya ia kurus. Mungkin beratan dosanya, hahahaha!

“Ya, tolong bukain pintunya~” suruh Taemin

“Kenapa harus aku?” jawabku ketus

“Tolonglah, kau kan yang dekat dengan pintunya.” pintanya lembut.

Duh, ku kagak bisa nahan kalo seseorang sudah minta dengan cara seperti ini.

Akhirnya ku buka saja pintunya.

Tapi ketika baru memegang gagang pintunya, ku melihat Jonghyun oppa dengan jarak 10 meter dariku, berjalan keluar dari Lab.Ipa.

Refleks, ku langsung melepas tubuh Eun Hee dari tanganku, dan pergi mengejar Jongyun oppa.

“Ya! Cho Yong In! Mau kemana?” panggil taemin. Tapi ku tak menghiraukannya

“Jonghyun oppa!” ku berusaha memanggilnya. Tapi tak ada jawaban sama sekali. Ah! Pantas saja~ ternyata ia memakai headphone

Terlihat Jonghyun oppa berbelok ke arah ruang musik. Dan benar saja, ternyata JongHyun oppa masuk kedalamnya.

Ku mencoba mengintip apa yang dilakukan Jonghyun oppa. Tapi, sungguh.. hal yang kulihat ini bukanlah hal yang seharusnya dilihat anak-anak sepertiku.

Jonghyun oppa, berpelukan dan berciuman dengan seorang yeoja..

siapa yeoja itu?

TBC~

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s